Couple weeks ago, I found Modular sent me a news about Tame Impala's newest album. There was a download link of their new single attached. So I click and download the song. I play the song hapily. And 'Apocalypse Dream' made me surprise. Hey! it's a great song!
22.8.12
In love
Couple weeks ago, I found Modular sent me a news about Tame Impala's newest album. There was a download link of their new single attached. So I click and download the song. I play the song hapily. And 'Apocalypse Dream' made me surprise. Hey! it's a great song!
12.3.12
Oh Rocketship
Shines through my gloom
And It's going to be soon, babe
When loves fade away
That I can be near you night and day
It's going to be soon, babe
In mighty flowers
Our poor hearts will bloom
It's going to be soon, babe
I've made up my mind
I have to be near you all the time
It's going to be soon, babe
I've waiting so long to find someone who
I could share all my dreams and my nights with
now that I've found you It's going to be soon
It's going to be soon...
3.2.12
11.6.11
Play for today
1. The Joy Formidable - Whirring
2. The Beatles - Strawberry fields forever
3. Radiohead - Paranoid android
4. Little Joy - Brand new start
5. Broken Social Scene - 7/4 shoreline
6. Afraid Of Stairs - Not today
7. Tame Impala - Alter ego
8. Morrissey - The more you ignore me the closer I get
9. The Pains Of Being Pure At Heart - Come Saturday
10. The Beach Boys - Wouldn't it be nice
Let's just sing along!
28.3.11
A song for a departure | Road to rockin' the region
Saya memutuskan untuk pergi bersama adik saya, naik Bus. Karena saya biasanya naik motor apabila ke Hey folks, adalah sulit untuk naik Bus, karena kita harus jalan jalan kaki pegel baby!
Berangkatlah saya pukul 13.00 , karena saya lihat di invitationnya acara mulai pukul 14.00.
Kami pun berangkat, dan sampai di lokasi tepat pukul 14.00. Saat melintas didepan heyfolks, ternyata masih pada check sound! (beh bisa dibayangin lah ya gondoknye gimane..) saya melihat ada Ajie Gergaji sedang memeluntir-meluntir setem gitarnya, Unyil sibuk memijit-mijit Keyboard kesayangannya, upik lagi kutak-katik gitarnya, Suki asik dengan botol minumnya (Loh?) iya, dia lagi minum diwarung deket situ. Saya dan adik saya akhirnya melepas lelah dengan duduk didekat-dekat situ. Setelah satu jam, sayangnya acara belum mulai. Aduh saya mulai bosan tuh dengerin orang pada check-check ala tujuh belasan itu. Rasa ngantuk telah menjalari mata saya, siang itu matahari tertutup awan, tapi panasnya sangat menyiksa. Tapi, demi The Milo saya mah rela!

Setengah jam kemudian, mulailah Herald menyapa kami para penonton. Dimulailah, A song for a departure | Road to rockin' the region !

Setelah berbasa-basi, mulailah L'alphalpha menghibur kami dengan beberapa track yang diambil dari album perdana mereka, 'When we awake all dreams are gone' yang baru saja dirilis. Dan mereka membawakan dua track favorit saya, Comet's tail dan The Day When Everything Around Us Fall Asleep and We do Remember How to Awake.
Setelah L'alphalpha turun, giliran Leonardo Cs untuk berhuru-hara. Saya mengagumi Leonardo, seperti biasanya. Mereka membawakan 6 lagu, dan mereka sungguh terlihat keren!


Saat The Milo menaiki panggung sederhana, semua penonton pun agak maju merapat, guna menikmati The Milo yang datang dari jauh itu. Saya pun tak henti merekam penampilan mereka, Band yang paling saya tunggu-tunggu. Saya terhanyut dalam lagu-lagu mereka, terutama For all the dreams that wings could fly.





Berakhirlah acara itu, dan orang-orang pun mulai mengerubungi 'dagangan' tiga band yang akan berangkat hari kamis minggu ini.
Pulanglah saya dengan hati senang.
Have a nice show in singapore guys! We proud of you all!
14.8.10
Panda Beach- Last day ashore
Adalah Ebi Nasution, seseorang yang membelalak mata dan telinga saya ketika mendapatinya di my space, dan akhirnya menerima sebuah link untuk mendownload mini album miliknya. Yang membuat saya salut adalah ketika saya ketahui mini album ini direkam dengan cara klasik yaitu lo-fi atau Low fidelity. Tapi, dilihat dari medianya hasil ini sangat memuaskan bagi penikmat genre folk,atau dream pop. Dan sekarang saya percaya, Lo fi bukan cara yang kuno untuk merekam lagu kita!
Boom menyambut kita dalam awal perjalanan menyusuri rongga-rongga Last Day Ashore.Dengan berkolaborasi dengan Chariots of night, mereka membuat kita sedikit memejamkan mata dan sejenak melepas lelah. Denting glockenspiel, petikkan gitar, suara yang menina bobokan pendengarnya. Saat itu saya masuk ke lain dimensi, dan ingin berdendang seperti masa kanak-kanak dahulu. Satu menit tiga puluh sembilan detik, selama itu Panda Beach menghipnotis saya dengan track kedua, River senandung yang indah dan sangat apik. Deeper, sebuah track yang memikat saya layaknya ketika saya terpikat alunan Anya Marina. Dying snail sings, suara gitar yang terlanjur menjadi nyawa, dan suara eby yang makin mendayu mengirim gelombang-gelombang yang benar-benar menenangkan. Gravity, track favorit saya, dimana piano berperan penting, dan menjadikan lagu ini sedikit misterius dan tampaknya sangat cocok buat dijadikan backsound film. Build an oceanI will not pray adalah dua track yang mengantar mendarat setelah mengajak kita sejenak menikmati suasana tenang dan damai. Kesimpulannya, tampak nilai 9 adalah nilai sempurna untuk mengapresiasi kegeniusan panda beach.
10.8.10
The S.I.G.I.T - Midnight Mosque Song -
Lost for a while with The Super Insurgent Group of Intemperance Talent. They're the sexiest band ever. I love the way Rekti scream, I love the way Farri change his hair style, I love the way Adit playing his bass with his charming eyes, I love the way Acil banging his head while hit his drum. What a great great band!
29.6.10
Sense of 90's


Did you know? i really love 90's. That was great decade. The people was cool, the music was awesome, The style was great. I wanna back! maybe that time i was a child, and i was elementary. But i really wanna back, watch the great video clip of Nirvana, Weezer, Radiohead, The Cure, Smashing Pumpkins, Blur, Chapterhouse, Ride, The Wannadies, and also a great local band, Rumah Sakit. I wanna watch 'em on MTV, and not from youtube. I'm very envious of those who may be witnesses of that decade
2.6.10
Temper Trap - Sweet Disposition (NEW OFFICIAL VIDEO)
My Favorite band this week. The Sound amazed me!
11.5.10
Let's Go Down,Down,Low Down

Kali ini saya sedang mengalami galau yang amat dalam. Klise ya. Saya mengalami dilema dalam hal akademis, saya juga harus perang melawan ego saya buat balik menenggelami rasa sakit hati saya yang sangat ingin menenggelami saya karena cemburu yang membabi buta. Tapi kebanyakan orang selalu melihat saya sedih, lalu balik senang. Sedih lagi, galau tingkat tinggi, lalu meradang menjadi autisme yang mencintai dunia dengan tawa-tawa aneh buatan saya. Saya punya senjata buat memerangi penyakit-penyakit itu. Bukan dengan racikan obat pahit, tapi dengan satu playlist yang biasa saya lahap bulat-bulat buat mengobati dan memulihkan rasa sakit yang biasanya memberi imbas pada perut saya. ya. Saya merasa amat mual kalau sedang terkoyak emosi. Saya pun tak mengerti keanehan itu. Tak peduli senang, sedih,nervous,marah,apapun emosinya, pasti perut saya menolak mentah-mentah emosi itu mengalir sampai ke perut saya. Baiklah. Saya akan menuliskan playlist saya, dan alasan-alasan kenapa saya memilih lagu-lagu tersebut.
- Kreuzberg by Bloc Party- Saya selalu merasa baikan ketika mendengar suara Kele Okereke yang melunak dan terdengar tidak menjerit-jerit seenak rambut gimbalnya. Dilihat dari liriknya, saya sangat menyukainya.
-For All The Dreams That Wings Could Fly By The Milo- Seperti kita tahu, The Milo adalah si empunya Galau. Dan lagu ini, selalu saya putar saat saya akan minum obat ketika sakit. Suara Ajie Gergaji memang selalu berhasil membius dan melemaskan saya. Ditambah suara indah dan sakti milik Widi Ariani eks vokalis Cherry Bombshell yang tadinya saya kira Alexandra j.Wuisan adalah pengisi suara indah dilagu ini. Well, buat anda yang (mungkin) belum pernah mendengar lagu ini, silahkan bersiap untuk menambah porsi lagu The Milo yang belum anda miliki, karena anda akan ketagihan mendengar lantunan Mr.Gergaji yang mengalir begitu saja dari bibir tipisnya itu.
-Apart By The Milo-Jelas-jelas ini adalah lagu sedih. Lihat saja liriknya :My body and my soul
My sickness and my weakness|All together now|Blended in one sadness. Saya cinta mati pada The Milo. Dan kalau rasa itu kambuh, jangan heran kalau saya seharian mengumandangkan tembang-tembang The Milo.
-Sometimes By My Bloody Valentine-Menangnya suara gitar yang menenggelamkan suara Kevin Shields, dan menaik-turunkan emosi saya. Benar saja lagu-lagu MBV adalah lagu pengoyak emosi. Setiap saya mendengarkan lagu ini, seolah-olah nafas saya berhenti sejenak dan tak ingin memutar-kurangkan volume tape saya.
-No Surprises By Radiohead-Thom Yorke menyentuh saya dengan suara tenangnya, yang bersahut-sahutan dengan glockenspiel dan sayatan gitar greenwood yang memang menyayat saya.
-Fake Plastic Trees By Radiohead-Lirik absurd ditambah musik yang sederhana sama dengan musik peregang pikiran. Thom Yorke memang dewa. Disini ia menyanyi dengan indahnya, sesuci nyanyian-nyanyian pujian Tuhan yang dilantunkan umat beragama.
-Battery In Your Leg By Blur-Damon Albarn menyanyi dengan khidmatnya,Graham Coxon mendukungnya dengan menduakan gitarnya dengan piano,Dave Rowntree memukuli drumnya sesekali, Alex James membetoti 4 senar bassnya dengan hati-hati. Dikombinasi dan dikawin silangkan. Dan lahirlah sebuah keturunan cantik bernama 'Baterry in your leg'
-April By Chapterhouse-Sebetulnya banyak lagu galau karya Chapterhouse asal United Kingdom yang-terkenal-dengan-band-band-bagusnya-itu. tapi saya sangat menyukai April. Lirik yang gloomy dan saya tetap membayangkan wajah muda Andrew Sheriff.
-Love Will Come Through By Travis-Saya terjangkit melodramatic syndrom.
-Atmosphere By Joy Division-Saat saya menonton film 'Control' dua tahun lalu, yang mengisahkan hidup vokalis Ian Curtis yang selalu diselingi adegan epilepsi Ian, dan diakhiri visualisasi kaki Curtis yang menggantung dengan sengajanya, alias bunuh diri. Lagu ini adalah lagu yang paling membekas, Dan dilagu ini, sepertinya imej Joy Division yang noise, tidak saya ditemukan. Suara Ian Curtis membuat saya selalu membayangkan wajah murung Ian curtis.
-Where Do I End By Fleeting Joys- Dari awal sampai akhir kita dibuat masuk kedalam lapisan atmosfer galau. Lalu bertanya 'Where do i end?'
-Olsen Olsen By Sigur Rós, mereka mengomposisikan lagu ini dengan dentangan pelan dan amat menghanyutkan. Vokal yang mendayu seakan melagu mantra yang bisa membawa kita ke dunia lain.
19.4.10
14.7.09
A Tribute To 90’s Shoegaze, Dan Semua Pun Berubah.
Awalnya saya hanya kagum melihat list guest starnya, karena disitu tertulis nama The Milo, salah satu band pengusung aliran shoegaze. Dalam list, band yang saya tahu, lebih tepatnya saya sering dengar namanya tanpa pernah tahu musiknya,yaitu Blossom Diary dan Jelly Belly. Dengan rencana yang sangat matang dari dua minggu sebelumnya, berangkatlah saya dengan semangat karena ini pertama kalinya saya menyaksikan band import asal bandung yang selalu saya impikan kehadirannya di Jakarta.
Disana, saya hanya bertanya-tanya dan mencoba menyelami mereka yang saat itu tampil. Ada Sharesprings yang belum terlalu menyenggol hasrat saya akan shoegaze. Setelah Sharesprings, Damascus pun menguasai panggung dengan lagu-lagu dari Swervedriver. Saya sedikit tertarik dengan band ini. Setelah itu, Avenue melanjutkan. Saat itu mereka membawakan lagu ‘Falling down dari Chapterhouse. Seketika saya menyukai lagu itu, sehingga kakak laki-laki saya yang saat itu hadir pun menyikut saya dan ternyata ia pun menyukainya. Giliran MellonYellow yang berdiri diatas pentas. Membawakan lagu Moose, yang lagi-lagi menambah rasa keingintahuan saya akan 90’s shoegaze. JellyBelly pun melanjutkan, dengan vokalis wanita yang lebih menonjolkan nuansa kelam dari lagu-lagu Slowdive. Setelah JellyBelly turun, naiklah awak-awak band Negative Lovers yang saat itu saya kira adalah band Denial yang juga dikapteni oleh Tony yang merupakan gitarist The Brandals. Tampaknya Tony CS-lah yang membuat suasana kian memanas dengan lagu-lagu dari The Jesus and Mary Chain. Crowd tampak padat dan Stagediving pun dilakukan. Sayangnya, saat itu saya hanya duduk di Bar dan hanya menyaksikan mereka dari jauh. Hari kian malam, crowd semakin penuh, dan tentunya saya tampak mengantuk. Blossom Diary menyentuh pikiran saya dan membuat saya sejenak relax dari efek yang diberikan Negative Lovers sebelumnya. Tampaknya saya jatuh cinta pada Ride dan bertekad akan mencari segala tentang Ride. Akhirnya, yang ditunggu tampil. Saya pun maju ketengah crowd untuk menyaksikan The Milo dari dekat. Inilah yang ditunggu para Shoegazer. Perintis band shoegaze di Indonesia pun mengawali dengan ‘When you sleep milik My Bloody Valentine yang merupakan satu-satunya band shoegaze asal Inggris yang saya ketahui, tapi saya sama sekali belum mendengarnya. Dan saya malah mendengarnya pertama kali diacara Tribute dan yang membawakan adalah Band lain. Saat ‘When you sleep dibawakan, semua singing along. Dan saya, lagi-lagi merasa terlalu awam dan bodoh ditengah crowd yang begitu membuat saya merinding akibat mereka yang begitu tampak menikmati lagu tersebut. Lagu ‘Come in Alone pun dikumandangkan oleh The Milo sebagai lagu kedua, sekaligus lagu MBV terakhir yang dibawakan. Semua tampak tak puas. Tapi buat saya, sepertinya ini semua cukup untuk saya jadikan bekal saat saya mencari segala sesuatu tentang Shoegaze. Saya pun pulang dengan rasa penuh kepuasan.
Keesokan harinya, saya pun menjelajah my space dan mencoba mencari Shoegaze band. Yang pertama kali saya cari, adalah MBV. Saya menemukannya, tapi saya tak bisa mendownload, atau sekedar mendengarkan lagu mereka. Tapi, kabar gembira datang dari Abang saya. Ia menemukan lagu MBV yang kami tahu hanya The Milo yang menyanyikannya. Tanpa tahu judulnya. When you sleep pun judul yang membuat saya sedikit terengah dan takjub ketika ia menunjukkan pada saya sebuah video clip dari You Tube. Saya sangat menggelengkan kepala, dan saya pun selalu mendengarkannya. Semua pun satu persatu ditemukan. Falling down, yang pertama kali membuat saya tersenyum simpul pun ditemukan. Beberapa hari setelah itu, saya mencari-cari band pengisi acara itu. Ditemukanlah Damascus, Avenue, MellonYellow, JellyBelly. Ternyata kegalauan band-band itu malah menjadi spirit tersendiri yang mencampur adukkan segala perasaan hati. Dalam suasana apapun, tampaknya shoegaze tetap menciptakan suasana yang dapat kita ciptakan sendiri-sendiri yang dapat menenggelamkan kita ke suatu dunia yang boleh dibilang dunia kelam, namun menjadi suatu kesendirian yang membawa kita jauh. Dan sekarang, saya lebih senang memandang sepatu saya dan menenggelamkan diri saya dengan kegalauan yang kadang malah membuat saya tersenyum dan tetap mencintai kekelaman dalam diri saya.
